Penyebab dan Cara Mengatasinya Gejala Anemia

Gejala kurang darah atau Anemia adalah kondisi di mana tubuh tidak mempunyai cukup butir darah merah atau kekurangan kadar hemoglobin di dalam darah. Padahal hemoglobin merupakan protein yang diperlukan untuk membawa oksigen dan memberikan warna merah dari sel-sel darah.

Penyakit kurang darah, istilah medisnya disebut anemia. Seseorang yang mengalami anemia, berarti dia tidak punya cukup kandungan hemoglobin di dalam darah.

Baca juga : Menu Sarapan Sehat Agar Tetap Semangat Setiap Hari

Penyebab kurang darah

Penyakit kurang darah bisa disebabkan oleh beberapa latar belakang yang berbeda. Melansir Buku Mengenali Keluhan Anda: Info Kesehatan Umum untuk Pasien (2013) oleh Dr. Ayustawati, PhD, berikut ini beberapa penyebab anemia yang bisa dialami seseorang:

  • Kekurangan zat besi.
  • Kekuragan vitamin B12.
  • Kelainan absorbsi vitamin B12 seperti pada penyakit anemia perniciosa.
  • Kekurangan asam folat.
  • Penyakit kronis seperti penyakit ginjal kronis maupun kanker.
  • Hemolisis.
  • Penyakit keturunan tertentu.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Kehamilan.
  • Adanya kelainan pada tulang sumsum seperti leukemia.

Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk memproduksi cukup sel darah merah. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

Faktor kekurangan gizi

  • Adanya perdarahan, misalnya haid dengan perdarahan yang sangat banyak, adanya luka lambung dengan perdarahan dan sejenisnya.
  • Adanya perubahan sel-sel permukaan lambung dan usus seperti pada penyakit celiac.
  • Operasi pada bagian lambung dan susu

Baca juga : Alasan Kenapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare

 Gejala penyakit kurang darah

Pada kondisi kurang darah yang ringan, biasanya tidak memiliki gejala khusus. Gejala-gejala biasanya baru mulai muncul apabila kondisi kurang darahnya menjadi lebih parah. Berikut beberapa gejala kurang darah:

  • Perasaan tidak enak badan.
  • Perasaan lemah dan tidak punya tenaga.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan konsentrasi.
  • Kemampuan berpikir menurun.
  • Kuku menjadi tidak halus lagi.
  • Pucat.
  • Sesak napas.
  • Lidah terasa nyeri.
  • Pening saat bangun dari posisi duduk atau jongkok.
  • Warna kebiruan pada bagian putih mata (terjadi pada kasus kurang darah yang sangat parah)

Baca juga : 6 Sinyal Tubuhmu Benar-Benar Membutuhkan Detox

Cara memastikan penyakit kurang darah

Penyakit kurang darah bisa dipastikan dengan cara pergi ke dokter atau fasilitas layanan kesehatan. Biasanya pemeriksaan jasmani pada penderita akan menemukan adanya tanda berikut:

  • Suara jatung yang tidak normal.
  • Detak jantung cepat.
  • Tekanan darah rendah terutama saat bangun dari posisi tidur

Selain itu, dokter bisa juga melakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan tambahan lain bisa jadi dilakukan pula apabila diperlukan.

Cara mengobati penyakit kurang darah

Pengobatan penyakit anemia ditujukan untuk mengobati penyebab yang melatar belakangi kondisi ini. Beberapa pengobatan misalnya :

  1. Mengasup suplemen yang mengandung vitamin dan mineral terutama zat besi, vitamin B12, asam folat, dan sejenisnya.
  2. Transfusi darah perlu dilakukan pada kondisi kurang darah yang berat

 

Sumber artikel

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *